Pada suatu ketika
KETIKA DEWI SRI BERMAIN BALET
Catatan dari Rawat Budaya Mataraman
Dewi Sri yang telah menitis pada putri raja
Medang, Prabu Sri Mahapunggung, Dewi Widowati. Sang Dewi telah jatuh cinta pada
adiknya, Joko Sadono. Hubungan terlarang yang kemudian diketahui oleh sang
ayah. Raja Medang sangat murka mengetahui hubungan cinta terlarang tersebut.
Sang raja tidak tahu bahwa putrinya adalah titisan Dewi Sri yang melarikan diri
dari kayangan, menghindari kejaran Raksasa Kala Gumarang.
Hubungan terlarang ini melahirkan imajinasi
liar, gairah yang melanggar angger angger, sang Hyang Sri dalam raga
dewi Widowati melepaskan rasa cintanya pada sang adik Joko Sadono. Malam itu
gairah cinta sang Dewi divisualkan
secara berbeda. Sang sutradara, nampaknya ingin membawa aura postkultural dalam
pergelaran malam itu.
Pergelaran cerita Dewi Sri malam itu terbilang berhasil dengan tampilan yang memukau. Beberapa sanggar tari dari berbagai kota memainkan perannya secara maksimal. Kolaborasi yang berupaya menyajikan perpaduan antara atmosfir seni modern dan seni tradisional berjalan cukup baik.
